"Hidup ini adalah pilihan.. Pilihlah yang terbaik untuk agamamu.. Allah sayang padamu!"

Hargailah Sebuah Pengorbanan

Salam and good day!


Belajarlah menghargai orang-orang di sekeliling kita.. Bukan
untuk mengampu.. Hanya ekspresi diri untuk membalas
kebaikan mereka..
-Gambar Hiasan-



(Story of Appreciation)



One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company.

He passed the first interview, the director did the last interview, made the last decision.


The director discovered from the CV, that the youth's academic result is excellent all the way, from the secondary school until the postgraduate research, never has a year he did not score.


The director asked, "Did you obtain any scholarship in school?" and the youth answered "none".


The director asked, " Is it your father pay for your school fees?" the youth answered, my father passed away when I was one year old, it is my mother who paid for my school fees.


The director asked, " Where did your mother worked?" the youth answered, my mother worked as cloth cleaner. The director requested the youth to show his hand, the youth showed a pair of hand that is smooth and perfect to the director.


The director asked, " Did you ever help your mother washed the cloth before?" The youth answered, never, my mother always wanted me to study and read more books, furthermore, my mother can wash cloths faster than me.


The director said, I had a request, when you go back today, go and help to clean your mother's hand, and then see me tomorrow morning.


The youth felt that its chance of landing the job is high, when he went back, he happily wanted to clean his mother's hand, his mother feel strange, happy but mixed with fear, she showed her hand to the kid.


The youth cleaned his mother's hand slowly, his tear drop down as he did that. It is first time he found his mother's hand is so wrinkled, and there are so many bruises in her hand. Some bruises incites pains so strong that shiver her mother's body when cleaned with water.


This is the first time the youth realized and experienced that it is this pair of hand that washed the cloth everyday to earn him the school fees, the bruises in the mother's hand is the price that the mother paid for his graduation and academic excellence and probably his future.


After finishing the cleaning of his mother hand, the youth quietly cleaned all remaining clothes for his mother.


That night, mother and sons talked for a very long time.


Next morning, the youth went to the director's office.


The director noticed the tear in the youth's eye, asked: " Can you tell you what have you done and learned yesterday in your house?"


The youth answered, " I cleaned my mother's hand, and also finished cleaning all the remaining clothes' .


The director asked, " please tell me your feeling."


The youth said;
Number 1, I knew what is appreciation, without my mother, there would not the successful me today.

Number 2, I knew how to work together with my mother, then only I can realize how difficult and tough to get something done.

Number 3, I knew the importance and value of family relationship.



The director said, " This is what I am asking, I want to recruit a person that can appreciate the help of other, a person that knew the suffering of others to get thing done, and a person that would not put money as his only goal in life to be my manager. You are hired.



Later on, this young person worked very hard, and received the respect of his subordinates, every employees worked diligently and in a team, the company's result improved tremendously.


A child who has been protected and habitually given whatever he did, he developed "entitlement mentality" and always put himself first. He is ignorant of his parent's effort. When he started work, he assumed every people must listen to him, and when he became a manager, he would never know how suffering his employee and always blame others. For this kind of people, he can have good result, may be successful for a while, but eventually would not feel sense of achievement, he will grumble and full of hatred and fight for more. If we are this kind of protective parent, did we love the kid or destroy the kid?


You can let your kid lived in a big house, eat a good meal, learn piano, watch a big screen TV. But when you are cutting grass, please let them experienced it. After a meal, let them washed their plate and bowl together with their brothers and sisters. It is not because you do not have money to hire a maid, but it is because you want to love them in a right way. You want them to understand, no matter how rich their parent are, one day their hair will grow gray, same as the mother of that young person. The most important thing is your kid learn how to appreciate the effort and experience the difficulty and learn the ability to work with others to get thing done.

Read More......

Sayangi Dia

Salam and good day!


Bagus sangat artikel ni saya ambik dari emel. Nice try pendekatan seorang ibu explain pada anak-anak benda yang mereka tak nampak supaya mereka lebih jelas dan faham, esp berkaitan aqidah.


22 March 2010

ANAKKU, SAYANGI DIA..

“Ummi, kenapa Allah beri kita sakit?” soal Kak Long perlahan ketika saya sedang memicit-micit kepalanya. Kebelakangan ini, agak kerap dia mengadu sakit kepala. Mungkin, keadaan cuaca yang tidak menentu menyebabkan kesihatannya sedikit terganggu.



Saya menatap wajahnya yang berkerut menahan kesakitan. Sesekali dia menutup mata yang sedikit berair. Memahami ketidakselesaannya, saya mengalihkan sedikit kepala Kak Long di atas ribaan untuk mengelakkan cahaya lampu mengenai lansung ke anak matanya.



“Kenapa ya Ummi?” Kak Long membuka mata dan kembali bertanya. Saya membasahkan hujung jari dengan sedikit lagi minyak angin sambil terus memicit lembut sekitar dahi dan keningnya.

“Sebab sakit merupakan ujian. Allah nak lihat kita sabar atau tidak bila diuji dengan kesakitan,”ringkas saya memberikan jawapan.



“Kalau sabar, maksudnya kita berjayalah ye, Ummi?” Kak Long bertanya. Saya menganggukkan kepala. Jelas, dia memahami bahawa setiap yang bernama ujian merupakan penentu kepada dua kemungkinan. Berjaya atau kecundang di pengakhiran.



PELBAGAI
Saya menyudahkan urutan bila melihat Kak Long semakin tenang. Syukur, sakit di kepalanya kian menghilang.



Masih banyak tugasan lain yang perlu dibereskan. Pinggan di dapur belum dicuci. Kain di ampaian sedang menunggu untuk dilipat dan disimpan.
Juga, artikel untuk pengisian di blog yang asyik tertangguh untuk disiapkan.



“Tapi..kan bagus kalau kita tak pernah sakit?” tiba-tiba Kak Long bertanya. Langkah saya terhenti mendengar soalannya kali ini. Nampaknya dia belum berpuas hati dengan penjelasan ringkas saya tadi. Saya memandang wajahnya dan kembali duduk mengambil tempat di sisi.



“Kak Long, sakit bukanlah satu-satunya ujian. Ada banyak lagi ujian yang Allah sediakan. Cuma, sebagai manusia, kita mudah memandang apa-apa yang buruk dan tidak menyenangkan sebagai ujian. Manakala setiap yang baik dan menggembirakan, kita pandang sebagai nikmat dan kebahagiaan,” saya memulakan penjelasan.



“Kak Long tak faham..” tulus dia memberi pengakuan. Mendengar itu, saya menarik nafas panjang dan dalam. Memikir-mikir perkataan yang lebih mudah. Mencongak-congak ayat sebelum diluah. Biar mudah difaham. Jelas untuk dihadam.



BENTUK-BENTUK UJIAN


Memang benar, di dalam
al Quran Allah ada menyebut tentang bermacam-macam ujian ke atas manusia. Baik ianya disebut sebagai nikmat seperti pangkat, harta bertingkat, badan yang sihat dan rupa paras yang memikat; atau ianya berupa kesusahan dan musibah seperti sakit, kehilangan harta, kematian dan seumpamanya.



Semua itu adalah ujian bagi menentukan sama ada seseorang itu beriman atau sebaliknya.
ALLAH SWT sebagai Pencipta semua makhluk di dunia, Maha Mengetahui keadaan manusia yang selalu lalai dan leka. Lalu, Allah menghendaki agar kita tidak tertipu dan terpengaruh dengan kenikmatan dunia serta kesenangan yang ada di dalamnya.

Kerana itu, akan ada yang lulus dari ujian ini, dan akan ada mereka yang gagal melepasinya.



Firman Allah SWT yang bermaksud :


”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.” ( Surah Al Anbiya’ ayat 35 )



Secara umumnya, ada empat ujian yang diberikan Allah kepada kita :

1)
Ujian mentaati perintah-Nya : Solat, puasa, membayar zakat, mengerjakan haji, menutup aurat, berkata baik dan lain-lain lagi. Setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah mengandungi hikmah, manfaat dan kebaikan. Akan tetapi hikmah tersebut tidak banyak disebut melainkan sedikit sahaja, sebagai ujian bagi melihat ketaatan manusia melaksanakan perintah dari-Nya. Dengan ini, akan terbukti siapa yang benar-benar mengikuti perintah Allah dan ajaran Rasulullah, dan siapa pula yang derhaka dan mengingkarinya.


2)
Ujian menjauhi larangan-Nya : minum arak, mencuri, mengumpat, berbohong dan seumpamanya. Sebagaimana ibadah yang merupakan perintah Allah, setiap larangan-Nya juga mengandungi hikmah, manfaat dan kebaikan untuk manusia. Oleh kerana manusia diberikan pilihan di dalam hidupnya, maka sudah tentu sesuatu yang disenangi oleh nafsu akan menjadi pilihan utama. Tinggal lagi, keimanan di dalam jiwa membatasi manusia dari melepasi batas sempadan dan had yang ditentukan syari’at. Justeru, inilah ujian yang mesti dihadapi agar manusia tidak ditunggangi nafsu yang menipu.



3)
Ujian kebaikan : anak-anak, isteri, kekayaan, sihat. Firman Allah SWT :

”Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara Isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Surah At-Thagobun ayat 14 )




4)
Ujian keburukan : miskin, sakit, kematian dan sebagainya, sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah menerusi firman-Nya yang bermaksud :

”Dan sesungguhnya Kami akan memberikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah golongan yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" ( Surah Al Baqarah ayat 155-157 ).




KEBAIKAN DAN KEBURUKAN


“Sama ada sakit atau sihat, kedua-duanya adalah ujian. Miskin atau kaya, kedua-duanya juga adalah ujian. Ringkasnya, keburukan ataupun kebaikan, dua-duanya merupakan ujian dari Tuhan. Untuk masuk ke dalam syurga Allah, kita perlu lulus semua ujian-ujian berkenaan,” berhati-hati saya menerangkan.



“Kebaikan pun ujian juga..Ummi?” Kak Long bertanya dengan kerut di dahi. Saya menganggukkan kepala sambil tersenyum melihat wajahnya. “Jangan pening lagi lepas ni, sudahlah..” saya berbisik sendiri.



“Kalau macam tu susahlah..”Kak Long berkeluh kesah.



Senang atau susah, berat atau ringan ujian yang kita hadapi bergantung kepada bagaimana kita menghadapinya. Cuba Kak Long ingat kisah-kisah di dalam
al Quran. Nabi Ibrahim yang diuji dengan perintah agar menyembelih anaknya Ismail, lulus. Rasulullah dan orang-orang Islam yang diuji dengan ejekan, pemulauan sehingga ada yang mati kelaparan juga lulus. Sebaliknya, Firaun yang diuji dengan harta dan kekuasaan, gagal. Qarun yang diuji dengan harta juga gagal,”panjang lebar saya menjelaskan.



“Kak Long kena selalu ingat, Allah beri kita bermacam-macam ujian ini bukan untuk menyusahkan. Tapi semuanya ada sebab. Antaranya, untuk melihat keimanan kita, untuk mengampun dosa, dan juga sebagai tanda Allah sayang pada kita,” ujar saya bersahaja. Kak Long diam mendengar kata-kata saya.



Sebagai manusia kita selalu lupa. Biasanya orang yang ada banyak harta, ada kuasa, orang yang cantik jelita, orang yang sihat, tidak akan merasa bahawa mereka sedang diuji, sehingga akhirnya mereka lalai, lupa untuk bersyukur, bangga diri dan sebagainya. Kerana itu, Allah datangkan sakit atau keburukan-keburukan lain, supaya manusia kembali ingat kepada-Nya. Allah nak kita sentiasa ingat Allah baik ketika senang atau pun susah,” saya menambah sambil bangun dan berlalu ke tingkat bawah.




ANAKKU, SAYANGI DIA..


Pagi ini, sambil memasak
sarapan pagi ingatan saya laju mengimbas kembali perbualan bersama Kak Long malam tadi. Saya menginsafi, banyak lagi usaha yang perlu dilakukan untuk menerapkan rasa cinta anak-anak kepada Yang Maha Esa.



Penjelasan yang telah diberi harus disusuli peneguhan agar apa yang disampaikan tidak hilang dari ingatan. Tidak perlu melakukan yang sukar dan rumit. Cukup dengan sesuatu yang mudah tetapi bersifat meransang seterusnya mampu dikenang.



Lantaran itu, sebaik selesai menyiapkan sarapan dan bekal anak-anak, saya segera membuka laptop di atas meja kerja. Saya mencari laman sesawang yang menunjukkan cara-cara membuat origami.



Setelah berjaya memperolehinya, saya mengambil dua helai kertas berwarna merah muda. Saya gunting kedua-duanya menjadi bentuk segiempat sama.



Seterusnya saya mengikuti langkah demi langkah sehingga dua helai kertas berbentuk empat segi itu akhirnya membentuk dua keping hati.


Sebagai penamat, saya tuliskan di dalam ‘hati’ itu kata-kata ingatan buat renungan puteri kesayangan :



“Assalamualaikum Kak Long,
Alhamdulillah..Allah beri kita makanan, Allah beri kita kesihatan,
Allah juga menguji kita dengan kesakitan sebagai tanda Allah sayang,
Sayang Allah ye nak…ucapkan Alhamdulillah.”



Saya masukkan ‘hati’ itu bersama-sama bekalan makanan tengahari anak-anak di sekolah. Harapan dan doa saya panjatkan ke hadrat-Nya agar usaha itu mampu memutikkan rasa cinta mereka kepada Allah Yang Maha Esa, InsyaAllah.


p/s: bagus betul didikan ibu ni.. betul bak kate orang, tangan yang menghayun buaian bisa menggegar dunia! didikan ibu yang lembut dan penuh hikmah insyaAllah dapat membuatkan anak-anak lebih faham dan dapat menerima pengajaran sebaiknya. Saya pulak, tak pernah jadi ibu lagi. tapi ramai sangat anak-anak didik. insyaAllah segala ilmu dan pengalaman saya gunakan untuk menjadikan mereka ditarbiah dengan sebaiknya sepanjang mereka bersama saya insyaAllah.


Read More......

Tetamu Tak Di Undang


salam and good day!

Lama tak update blog ni...rindu nye nak update tapi ada saje halangan. Paling latest, laptop ku rosak. Tak tau lah mcmana kroniknye penyakit laptop ku itu.. harap masih ada lagi sinar harapan untuknya terus berbakti kepadaku..huhu




Beberapa hari lepas berjumpa dengan 'tetamu' ni... fobia jugaklah rasanya. Nasib baik ular ni terlekat kat cermin, tak leh nak gerak. Masa nak keluar baru perasan ular tu. Tak leh nak imagine kalau ular tu menyelinap masuk kat bawah kaki...huhu. Semua orang dah balik, saya tengah khusyuk siapkan kerja-kerja sebelum tutup kelas. Kebetulan hari tu hujan lebat seharian, memang time die merayap cari makan lah tu... Sabo je lah deme ni... Lepas hari tu, kalau nak pergi mana-mana aje mesti make sure sekeliling selamat..huhu. Nasib baiklah ular sawa, kalau ular tedung mcmana? Na'udzubiLlah. Terima kasih ya Allah, setiap ujian yang Engkau berikan bukan sia-sia. Masih ada orang sekeliling yang cakna padaku...



p/s: Mitosnya, kalau mimpi jumpa ular alamatnya kawin cepat. Kalau jumpa ular mcmana...hehe?


Read More......

Allah tidak menjanjikan hidup ini tidak pernah susah

Salam and good day!



-Gambar Hiasan-



Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud: Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta. (Al-Ankabut: 2-3)






Sama-sama hayati kisah ni...




Seorang Executive muda yang berjaya sedang memandu disebuah perkampungan di pinggir Bandar. Ia memandu agak laju dengan sebuah kereta Waja yang berprestasi tinggi yang baru sahaja dibelinya.




Sambil ia memandu perlahan-lahan ia sedang memerhatikan seorang anak kecil dicelah-celah kereta yang diletakkan ditepi jalan, ia memperlahankan keretanya untuk melihat sesuatu yang difikirkannya.



Seelok-elok sahaja kereta Waja tersebut melintasi kawasan tersebut; anak kecil tidak kelihatan tetapi seketul batu dilontarkan tepat mengena pintu disebelah kanan kereta Waja tersebut. Apalagi Executive muda tersebut menekan brek sekuat hatinya dan berundur ke tempat dimana Anak kecil tadi berdiri.



Dengan marahnya dia keluar dari kereta terus meluru ke arah Anak kecil, menarik tangan anak kecil dan menghempasnya ke kereta yang terletak ditepi jalan dan terus memarahi Anak kecil tadi. Kita selalu kasar... siapa kita ?




"Apa ni ? Siapa awak ? dan apa ke jadahnya awak berada disini ? Itu kereta baru, mahal dan susah nak baiki ? Awak tau tak ? Kenapa awak buat ini semua ? jerit Executive tersebut..



Anak kecil itu tunduk sedih, sayu dan memohon maaf ; "Saya meminta maaf Pakcik, Saya tak tahu apa patut saya buat, ia merayu. Saya melontar batu kerana tak ada orang yang berhenti disini apabila saya panggil".




Dengan linangan air mata ia menunjukkan ke satu sudut yang tidak jauh dari situ. "Itu abang saya , ia jatuh dari kerusi roda dari tebing di sebelah dan tak ada orang yang dapat mengangkatnya kembali. Boleh tak Pakcik menolong saya, ia cedera dan ia terlalu berat untuk saya."



Dengan rasa terharu, Executive muda tersebut melepaskan anak kecil tersebut dan terus mengangkat abangnya dan meletakkannya kembali ke kerusi roda. "Terima kasih, pakcik. Saya doakan pakcik selamat dunia dan akhirat."



Tak dapat digambarkan dengan perkataan, Executive muda hanya melihat dengan sayu, Anak kecil tersebut menyorong abangnya yang cacat dan cedera pulang menuju ke rumahnya. Anak sekecil itu boleh mendoakannya akan kesejahteraan hidupnya.




Executive muda tersebut berjalan perlahan ke arah kereta, WAJA kemek teruk tetapi ia membiarkan saja tanpa dibaiki. Ia mengigatkannya bahawa kita tidak perlu berkejar-kejar dalam kehidupan ini sehinggakan seseorang melontar batu hanya kerana hendakkan perhatian .



PENGAJARAN
Orang yang mengaku beriman pasti akan diujiNya. Siapa yang benar-benar ikhlas inginkan keredhaan Allah insyaAllah pasti berjaya mengharungi setiap ujianNya. Allah tidak menjanjikan hidup ini tidak pernah susah, bersuka-ria tanpa kesedihan, Panas tanpa hujan tetapi ia memberi kita kekuatan, menenangkan kita semasa kesedihan dan menunjukkan jalan yang sebenar-benarnya. Janganlah kita sombong dengan kelebihan yang sementara. InsyaAllah peringatan untuk diri sendiri.



Read More......

2 Jenis Cermin

Salam and good day!




Dua orang ahli bomba masuk ke dalam hutan untuk memadamkan satu kebakaran kecil. Sesudah selesai, mereka berdua lantas menuju ke arah sebuah sungai. Wajah salah seorangnya telah dilumuri abu hitam; sebaliknya wajah seorang lagi adalah bersih sama sekali tanpa sebarang noda.


Soalan: Ahli bomba manakah yang akan membasuh muka?

Mengapa Cermin Dicipta?
Sebab utama cermin dicipta adalah untuk melihat kalau-kalau ada yang tidak kena pada penampilan diri. Adakah rambut kita tersisir rapi? Adakah tudung yang dipakai itu senget? Adakah jambang yang dicukur itu kemas lagi licin? Adakah celak dan gincu yang ditempek itu herot? Atau masih adakah saki-baki air liur basi yang terlekat di pipi?


Dengan kata lain, kita melihat cermin untuk memastikan kesempurnaan fizikal diri. Kata kunci di sini ialah "memastikan kesempurnaan". Ini bermaksud, melihat cermin dengan tujuan untuk "syok sendiri akan kesempurnaan" diri adalah sangat terpesong daripada tujuan asal mengapa cermin dicipta.


Berbalik kepada soalan di awal-awal tadi, siapakah yang akan membasuh muka? Yang berwajah kotor atau pun yang berwajah bersih? Jawapan yang betul adalah si ahli bomba yang berwajah bersih. Mungkin jawapan ini agak mengelirukan. Mengapa pula yang si berwajah kotor tidak membasuh mukanya?


Begini: Apabila yang berwajah kotor itu melihat rakannya yang berwajah bersih, maka dia pun berpendapat bahawa wajahnya pasti lah bersih seperti rakannya. Namun perkara yang sebaliknya berlaku kepada yang berwajah bersih. Apabila dia melihat kekotoran pada wajah rakannya itu, maka dia pun berkata kepada diri sendiri: "Muka aku pun mesti kotor juga macam dia. Baik aku basuh." [1]


Cermin yang betul dan Cermin yang salah

Cermin yang betul, apabila memandangnya, kita mampu menginsafi akan kelemahan diri. Ia adalah analogi kepada apa yang berlaku apabila ahli bomba berwajah bersih melihat wajah kawannya yang kotor itu.Jika kita ada seorang kawan yang baik sifatnya, maka mereka adalah cermin untuk menilai apa yang masih kurang pada diri. Jika kawan itu kurang baik pula sifatnya, ia tetap boleh menjadi cermin bagi mengingatkan adakah kita juga begitu sebenarnya?


Itulah dia cermin yang digunakan oleh mereka yang selalu muhasabah diri.Cermin yang salah pula, apabila memandangnya, kita semakin berbangga akan kesempurnaan palsu pada diri. Ia adalah analogi kepada apa yang berlaku apabila ahli bomba berwajah kotor melihat wajah kawannya yang bersih itu.Dalam kes ini, kawan di sekeliling dijadikan cermin untuk melihat betapa sempurnanya diri kita jika dibandingkan dengan mereka. Pada akhirnya, cermin yang salah ini dijadikan justifikasi untuk kita kekal di takuk lama.


Kata kita kepada diri sendiri, "Aku ni kira baguslah. Kalau nak dibandingkan dengan si polan yang duduk seberang jalan, lagi macam setan dia tu!"Itulah dia cermin yang digunakan oleh mereka yang selalu syok sendiri akan kesempurnaan diri.



---Nota Kaki[1]

Sebenarnya soalan ini berasal daripada novel
The Zahir oleh Paulo Coelho. Ini petikannya:Marie, let's suppose that two firemen go into a forest to put out a small fire. Afterwards, when they emerge and go over to a stream, the face of one is all smeared with black, while the other man's face is completely clean. My question is this: Which of the two will wash his face?''That's a silly question. The one with the dirty face of course.''No. The one with the dirty face will look at the other man and assume that he looks like him. And, vice versa, the man with the clean face will see his colleague's grime and say to himself: I must be dirty, too. I'd better have a wash.'







p/s: Artikel ni saya copy dari SINI. Menarik untuk dimuhasabah. Sahabat atau orang sekeliling adalah cermin diri kita. Kadang2 sahabat sekeliling dan orang terdekat bagi pendapat atau komen tentang diri kita.. Tapi pernahkah anda tidak percaya? Kita lebih mengenali diri sendiri? Orang lain tak kenal kita? Atau sape yang tak kenal sape ni? Pendek kata, setiap komen atau pendapat yang diberikan mestilah kita muhasabah. Jika semua manusia kenal diri sendiri, maka aman dan sejahtera lah dunia ni. Betul tak? Jangan biarkan ego menguasai diri. Peringatan untuk diri sendiri: memang degil (bersebab..hehe).

Read More......